- SEC telah menjatuhkan tuntutan terhadap BlackRock di tengah kemunculan kembali ETF Bitcoin-nya secara mengejutkan di Nasdaq, menciptakan angin puyuh di pasar kripto.
- Meskipun ETF Bitcoin BlackRock telah dihapus sementara dari situs web DTCC, aset ini telah muncul kembali, mengindikasikan potensi kemajuan dan memicu spekulasi pasar.
Dalam sebuah peristiwa yang luar biasa, dunia keuangan menyaksikan pencatatan kembali ETF Bitcoin BlackRock (IBTC) yang tak terduga di situs web Depository Trust & Clearing Corporation (DTCC), tepat ketika Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) memutuskan untuk menuntut BlackRock atas kesalahan penyajian investasi.
Bagi para pengamat dan penggemar blockchain, perkembangan ganda ini telah mengangkat alis dan memicu spekulasi pasar yang intens. Khususnya, referensi dari Cointelegraph dan CoinDesk tentang ETF Bitcoin BlackRock memberikan wawasan berharga tentang kisah yang sedang berlangsung ini.
Bacaan Terkait: Grayscale dan BlackRock di Puncak Terobosan ETF Bitcoin
Tuduhan SEC Terhadap BlackRock: Melihat Lebih Dekat
BlackRock, yang dikenal sebagai manajer aset terbesar di dunia dengan aset melebihi $9,43 triliun, berada dalam situasi yang panas pada tanggal 24 Oktober ketika SEC mengajukan tuntutan yang menuduh adanya kesalahan representasi investasi industri hiburan. Fokus spesifiknya adalah pada transaksi perusahaan dengan Aviron Group, sebuah perusahaan produksi film, di mana BlackRock dituduh melaporkan suku bunga yang meningkat antara tahun 2015 dan 2019.
Meskipun BlackRock memilih untuk menghentikan perintah, menyetujui denda sebesar $2,5 juta tanpa mengakui tuduhan tersebut, perkembangan ini menambah lapisan kompleksitas pada upaya perusahaan, terutama dalam domain mata uang kripto.
Bersamaan dengan itu, dunia kripto mengalami guncangan hebat karena ETF Bitcoin BlackRock, yang awalnya terdaftar di situs web DTCC, sempat dihapus untuk sementara waktu, namun kemudian muncul kembali. Rangkaian peristiwa yang tidak terduga ini menyebabkan penurunan tajam 3% pada harga Bitcoin dari posisi mendekati $35.000, yang menunjukkan sensitivitas aset terhadap perkembangan terkait ETF. Namun, setelah kemunculan kembali ETF, pasar menunjukkan tanda-tanda pemulihan, yang mencerminkan spekulasi dan harapan yang kuat terkait dengan potensi persetujuan ETF Bitcoin spot.
Pergerakan dan Spekulasi Pasar
Collin Brown, seorang ahli di bidang kripto, menggunakan Twitter untuk menyarankan ketenangan dan menyoroti bahwa perkembangan seperti itu adalah praktik standar, mendesak para pemegangnya untuk mempertahankan posisi mereka. Analisisnya menunjukkan bahwa meskipun modal mengalir ke pasar kripto, kegilaan pembelian yang sesungguhnya belum dimulai, yang mengindikasikan potensi kenaikan lebih lanjut di masa depan.
🚨Relax and HODL all your #Bitcoins! The listing of #BlackRock's #BTC Spot ETF on #Nasdaq's DTCC website, with the ticker IBTC, has reappeared after a brief disappearance. These developments are entirely normal, so there's no need to panic. According to Reuters, the listing has… pic.twitter.com/cXQHjgPpCJ
— Collin Brown (@CollinBrownXRP) October 25, 2023
Sebagai kesimpulan, keterkaitan antara tuntutan SEC terhadap BlackRock dan pergerakan tak terduga dari daftar ETF Bitcoin-nya telah menciptakan lanskap yang penuh gejolak di pasar kripto. Karena para investor dan peminat sama-sama mengawasi perkembangan ini, pasar tetap tenang, menunggu pergerakan besar berikutnya, yang berpotensi menuju angka $40.000.

