- Gemini mengajukan izin ke CFTC untuk meluncurkan pasar prediksi berbasis kontrak di Amerika Serikat.
- Produk baru ini menandai langkah ekspansi Gemini dalam inovasi keuangan berbasis blockchain dan derivatif.
Gemini, platform kripto milik kembar Tyler dan Cameron Winklevoss, kini sedang bersiap meluncurkan produk baru, yaitu pasar prediksi berdasarkan kontrak.
Berdasarkan laporan Bloomberg, aplikasi resmi sudah mereka ajukan ke Commodity Futures Trading Commission (CFTC) sejak Mei 2025, dengan tujuan menjadi bursa derivatif yang sah atau ditunjuk pasar kontrak (DCM).
Meski begitu, perjalanan menuju lampu hijau masih belum pasti karena proses peninjauan belum rampung, terlebih ada potensi tertunda akibat penutupan pemerintah yang tengah membayangi lembaga itu.
Langkah ini sebenarnya bukan hal yang mengejutkan bagi siapa pun yang mengikuti pergerakan Gemini selama setahun terakhir. Setelah sempat terseret berbagai urusan hukum, perusahaan ini justru bergerak agresif.
Bukan hanya itu, strategi mereka tampak bergeser dari sekadar layanan aset digital tradisional menjadi penyedia produk finansial yang lebih beragam.
Pasar prediksi sendiri memungkinkan pengguna bertaruh pada hasil berbagai peristiwa nyata seperti pemilu, data ekonomi, atau pertandingan olahraga. Jika disetujui, Gemini bisa menjadi pemain institusional pertama yang menghadirkan konsep ini di bawah pengawasan resmi AS.
Momentum Baru Gemini Setelah Badai Hukum
Langkah Gemini ini juga datang tak lama setelah mereka menyelesaikan pencarian panjang dengan SEC. Usai kasus itu beres, Gemini langsung tancap gas menuju dua arah besar: persiapan IPO dan ekspansi besar ke Eropa.
Di sisi lain, CNF sebelumnya melaporkan bahwa pada Agustus lalu, Gemini berhasil mendapatkan lisensi MiCA dari Malta—sebuah izin penting yang memungkinkan mereka menawarkan layanan kripto di seluruh kawasan Eropa. Namun langkah cepat Malta memberikan lisensi tersebut menuai kritik dari sebagian regulator Uni Eropa yang menilai prosesnya terlalu longgar.
Meski begitu, kehadiran lisensi MiCA membuat Gemini berada satu langkah di depan banyak pesaingnya. Dengan izin melintasi benua itu, mereka kini memiliki peluang untuk memperluas ekosistem bisnis di pasar global tanpa bergantung pada AS yang regulasinya semakin ketat.
Pergerakan ini tampak seperti upaya mereka untuk menyeimbangkan tekanan politik dan peluang pertumbuhan, sambil tetap menjaga citra sebagai perusahaan yang mematuhi aturan di mana pun mereka beroperasi.
Hubungan Rumit dengan Regulator AS
Namun demikian, hubungan Gemini dengan regulator AS, khususnya CFTC, masih jauh dari kata mesra. Juni lalu, perusahaan itu menuduh CFTC menggunakan hukum sebagai “senjata” untuk menekan mereka selama tujuh tahun terakhir.
Tuduhan tersebut sempat menimbulkan kejadian di komunitas kripto, terutama karena Gemini merasa bahwa banyak kebijakan yang diterapkan tidak proporsional terhadap perusahaan yang sudah berupaya mematuhi ketentuan. Meski pernyataan itu terkesan berani, bagi sebagian pihak, itu menunjukkan keputusasaan industri kripto dalam memberikan kebijakan di AS.
Jika nanti izin DCM mereka benar-benar disetujui, Gemini bisa membuka babak baru bagi ekosistem prediksi berbasis blockchain di bawah kerangka hukum yang lebih jelas.

